Surabaya, 24 April 2025 — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur terus menggencarkan program-program pemberdayaan umat, salah satunya dengan mendorong lahirnya pesantren produktif yang mampu mandiri secara ekonomi. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi besar NU dalam memperkuat kemandirian organisasi dan meningkatkan kesejahteraan warga nahdliyin.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Miftahul Huda, mengatakan bahwa pesantren memiliki potensi besar tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama. Tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.
“Pesantren memiliki jaringan kuat, lahan luas, serta SDM yang loyal. Ini menjadi kekuatan strategis untuk membangun usaha produktif, seperti pertanian, peternakan, hingga digitalisasi UMKM,” jelasnya dalam acara Ngaji Bisnis Pesantren di Aula PWNU Jatim, Rabu (23/4).
Program pesantren produktif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga keuangan syariah. Sejumlah pesantren di wilayah Tapal Kuda dan Mataraman telah menjadi percontohan, seperti Pesantren Nurul Hikmah di Jember yang sukses mengembangkan agribisnis berbasis hortikultura.
Selain sektor riil, PWNU juga mendorong digitalisasi ekonomi umat melalui pelatihan e-commerce untuk santri dan pengurus pondok pesantren. Inisiatif ini bekerjasama dengan startup lokal dan platform digital nasional.
“Santri sekarang tidak hanya harus bisa baca kitab kuning, tapi juga bisa jualan online. Ini bagian dari jihad ekonomi,” ujar Gus Hilmi, pengasuh salah satu pesantren mitra program tersebut.
PWNU menargetkan dalam dua tahun ke depan, setidaknya 100 pesantren di Jawa Timur bisa terlibat aktif dalam gerakan pesantren produktif ini. Selain mengurangi ketergantungan terhadap dana eksternal, program ini diharapkan menjadi role model bagi PWNU di provinsi lain.